SEJARAH SINGKAT
🏞️ Asal-usul Nama “Kuningan”
Nama Kuningan diyakini berasal dari kata “kuning”, yang menurut berbagai sumber memiliki beberapa makna:
-
Beras kuning yang digunakan dalam upacara adat sebagai lambang kemakmuran dan keselamatan.
-
Ada juga yang mengaitkannya dengan nama seorang tokoh, yakni Raden Kamuning, tokoh penting pada masa awal berdirinya daerah ini.
-
Dalam versi lain, nama Kuningan berasal dari peristiwa perdamaian atau pemulihan (“kuningan” dalam arti penyucian atau pengampunan dosa).
🏰 Perkembangan Sejarah
-
Masa Kerajaan Hindu-Buddha
Wilayah Kuningan sudah dikenal sejak masa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda Galuh. Letaknya yang strategis di kaki Gunung Ciremai menjadikannya jalur penting antara Cirebon dan Galuh (Ciamis). -
Masa Kerajaan Islam
Kuningan berkembang pesat setelah datangnya Islam melalui Sunan Gunung Jati (Cirebon). Salah satu tokoh penting di masa ini adalah Pangeran Arya Kamuning, keturunan Kerajaan Sunda yang memeluk Islam dan menjadi penguasa pertama Kuningan. Ia mendirikan Kadipaten Kuningan sekitar abad ke-15. -
Masa Penjajahan Belanda
Pada masa kolonial, Kuningan menjadi bagian dari Karesidenan Cirebon. Rakyat Kuningan turut berjuang dalam perlawanan terhadap penjajah, di antaranya dalam Perang Diponegoro dan Gerakan Nasional Indonesia. -
Masa Kemerdekaan
Kuningan memiliki peran penting dalam sejarah nasional, yaitu sebagai tempat berlangsungnya Perundingan Linggarjati pada 10–13 November 1946, antara Indonesia dan Belanda — peristiwa ini terjadi di Gedung Naskah Perundingan Linggarjati (sekarang menjadi museum sejarah).
📅 Pembentukan Kabupaten Kuningan
Kabupaten Kuningan secara resmi berdiri sebagai daerah otonom pada masa awal kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten di Jawa Barat.
Ibu kotanya adalah Kuningan, yang juga merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi.
🌿 Kuningan Kini
Kini, Kuningan dikenal sebagai kota hijau dan sejuk di kaki Gunung Ciremai, dengan potensi besar di sektor pertanian, pariwisata alam, dan budaya. Tempat-tempat terkenal antara lain:
-
Taman Nasional Gunung Ciremai
-
Waduk Darma
-
Situs Cipari (peninggalan prasejarah)
-
Museum Linggarjati
Berita Terkini
Lorem Ipsum
- 22 September 2023 12:19:51
- 327
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya
Lorem Ipsum
- 12 September 2023 22:03:52
- 79
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya
Lorem Ipsum
- 04 September 2023 08:41:55
- 57
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya
Lorem Ipsum
- 18 Agustus 2023 23:00:03
- 73
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya
Lorem Ipsum
- 18 Agustus 2023 23:07:16
- 71
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya
Lorem Ipsum
- 18 Agustus 2023 23:11:23
- 58
- Administrator
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer to ..... Baca Selengkapnya





